LIFESTYLE NICHE vs SPECIFIC NICHE

LIFESTYLE NICHE vs SPECIFIC NICHE

12/08/2026 General 0

passion

Tiap blog itu punya ciri khas masing-masing. Ciri ini sebetulnya akan kelihatan sendiri sesuai minat dari penulis dan gaya bahasanya. Satu hal yang perlu kamu pastikan saat memilih niche adalah jadilah dirimu sendiri.

Nggak perlu meniru blogger lain yang udah hits duluan. Menulis saja senyamannya. Gaya bahasa itu akan terbentuk sesuai dengan jam terbang. Tapi minat kita di mana itu yang akan menentukan sejauh mana kita bisa konsisten untuk terus menulis.

Bahas topik-topik kekinian itu keren. Topik semacam ini juga bisa banget bantu buat mendongkrak traffic. Tapi kalau memaksakan diri bahas di topik ini sedangkan kita sendiri nggak tertarik, tulisannya ya bisa jadi hambar. Macem makan bubur ayam tanpa lada, kecap, dan topping. Hambar. Nggak asyik.

Memaksakan diri buat bahas topik yang nggak sesuai minat juga takes time banget and drained your energy. Sudah begitu, kitanya nggak enjoy buat nulisnya. Kan jadi tersiksa sendiri.

Modal Utama : Spirit Ngeblog itu Sendiri

Jangan menulis yang tak dikuasai, atau tak dimengerti.

Walaupun bukan passion kita, tapi kalau sudah dipilih sebagai niche utama, atau micro Niche. Kuasai Materi, lengkapi dan siapkan bahan semaksimal mungkin.

Saya nggak pingin bilang bahwa untuk mulai menulis kamu harus punya skill dulu di bidang kepenulisan. Paham banget soal Ejaan Bahasa Indonesia. Ngerti caranya bikin judul yang ciamik dan isi yang daging banget. Punya banyak buku. No! Bukan itu maksud saya.

Tiap orang pasti punya keahlian yang berbeda. Ada yang bisa ngajar, ada yang bisa nulis. Ada yang bisa marketing, ada yang bisa create product sendiri. Keahlian tiap orang beda. And it’s okay.

Buat saya, keahlian itu yang bisa dijadikan seorang penulis untuk berbagi kisah. Kalau suka ngajar, mungkin bisa bagi-bagi tips ngomong di depan publik, cara belajar, bikin power point yang asyik, dan lain-lain. Kalau bisa nulis, bisa tuh kasih aneka rupa tips menulis ke pembaca kita. Dan masih banyak lagi contohnya.

Hobi kita atau pekerjaan kita ini biasanya akan berhubungan erat dengan keahlian kita. Kenapa? Karena keduanya ini yang paling sering kita otak-atik.

Balik lagi ke poin sebelumnya apa yang kita minati bikin kita jadi lebih enjoy menjalaninya. Skill yang kita punya, bikin kita punya value yang lebih dalam untuk dibahas. Jadi nggak sekedar curhat aja. Orang juga bisa teredukasi dengan tulisan kita tanpa merasa digurui.

KESIMPULAN

Last but not least, saya cuma mau bilang apapun pilihan nichemu, it’s okay. Tiap orang pasti punya sisi yang ingin dia bagikan sesuai dengan passionnya di mana dan skillnya ada di mana. Dari dua hal ini juga, kalau kita mau dalami betul-betul kita akan temukan poin yang ketika yaitu, attractive value. Nilai lebih yang jadi daya tarik orang lain untuk terus mengunjungi blog kita.

Dan seperti yang berulang kali saya bilang di atas, blog kita itu representatif dari diri kita sendiri. Kita nggak perlu jadi orang lain agar blog yang kita miliki ini ramai dan disukai oleh banyak orang. Just be yourself.

Search Query: memilih tema blog, niche blog, sesuai adsense, niche yang ramai pengunjung, niche yang menguntungkan,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *