Dilema Hidup Single Parent

You're The Star!

Dilema Hidup Single Parent

04/05/2015 Single Parent Dilemas 0
Ayahku yang menjaga dan membesarkanku 
   

Sedihnya hatiku, melihat bayiku menangis tersedu-sedu. akupun merasa heran, padahal dia sudah kumandikan, beolnya sudah kubersihkan, susunya sudah diberikan, senyaman mungkin suasana ku kondisikan supaya dia nyaman istirahat. Tapi pagi ini dia menengek-dan rewel.
 

    Bukanlah keinginanku untuk diam di rumah sepanjang hari. ituadalah tugas istri. Tapi istri keluar setiap hari, lagi pula aku bekerja dari rumah sebagai editor di sebuah statiun televisi. Sejak pertama mempunya anak pengasuhan dan pengurusannya terbengkalai, karena istriku bekerja.
 
    Istriki memang guru, lulusan perguruan tinggi, tapi entah mengapa tidak ada kesewasaan dan instink keibuan padanya. Pagi-pagi sudah pergi. Kadang tanpa basa-basi. Pulang sore nanti terus mandi dan menyusukan anak lalu “mati”.
 
    Aku sangat marah dibuatnya. Aku yang menjaga bayi dan rumah sepanjang hari bagai tiada arti. 
    Aku cukup mampu mencari nafkah keluarga sebenarnya. Walaupun aku kerja dari rumah, aku dan kuli swasta, gaji/upahku cukup besar 2 hari kerja aku dapat gaji/upah minimum UMR sebulan. Tapi kondisi saat ini memang sulit dan dilematik.
 
    Tapi aku harus mengalah waktu ini utk menyusun rencana dan kekuatan untuk mendapatkan jalan keluar. Aku sudah kebayang caranya, tapi sekarang bukan waktunya yang tepat.
 
    Tunggu dan lihat, ketika aku membuat keputusan nanti, jangan menyesal dan jangan menagis.