Istilah-istilah dalam Perfilman Syuting atau Shooting

Photography Video Production

Istilah-istilah dalam Perfilman Syuting atau Shooting

05/09/2018 General 0

Istilah-istilah dalam Perfilman Syuting atau Shooting

Acting/Akting : adalah sebuah proses pemahaman & penciptaan tentang perilaku atau sifat karakter pribadi dari seseorang yang diperankan.

Audio Visual : adalah sebutan bbuat perangkat yang menggunakkan unsur suara dan gambar.

Art Director : adalah sebutan buat pengarah seni artistik sebuah host produksi.

Producer Assisten/Asisten Produser: adalah seorang yang membantu produser dalam hal menjalankan tugasnya.

Audio Mixing : adalah proses penyatuan, pencampuran atau penggabungan dan penyelarasan suara dari bermacam jenis dan bentuk suara.

Angle / Sudut Pandang: merupakan suatu titik dimana sudut dimana gambar diambil.

Animator : Sebutan buat seorang yang beprofesi atau bekerja sebagai pembuat/pendesign animasi.

Audio Effect : Suara Efek atau Sound Effect.

Ambience : Suara natural dari sebuah objek gambar.

Broadcaster : Sebutan bagi seseorang yang bekerja dalam industri penyiaran.

Background : bermaksud Latar belakang. Baik Latar belakang Gambar atau Latar Belakang Cerita

Blocking : Penempatan objek sesuai kebutuhan gambar.

Bridging scene : Adegan perantara di antara adegan satu dengan adegan lainnya.

Back Light : Penempatan lampu dasar atau Lighting Pencahayaan dari sudut belakang objek.

Breakdown Shoot : Penentuan gambar yang sesuai dengan naskah atau urutan acara.

Bumper In : Penanda bahwa program acara TV dimulai kembali setelah iklan komersial.

Bumper Out : Suatu Penanda bahwa program acara TV akan berhenti sejenak karena ada iklan komersial.

Credit Title : adalah Urutan nama tim produksi dan pendukung acara.

Chroma Key : Sebuah metode elektronik yang melakukan penggabungan antara satu gambar video dengan gambar video lainnya dimana prosesnya menggunakan teknik Kunci Warna yang dapat diubah sesuai kebutuhan foreground dan backgroundnya nanti.

Cutting on Beat : merupakan teknik pemotongan gambar yang berdasar tempo.

Clip Hanger : adalah sebutan bagi adegan atau gambar yang akan mengundang rasa ingin tahu atau rasa penasaran penonton tentang kelanjutan cerita atau acara, namun tertunda karena ada jeda iklan komersial.

Cut : Pemotong-an gambar.

Cutting : adalah Proses pemotongan gambar.

Camera Blocking : Penempatan posisi kamera, sesuai dengan kebutuhan gambar.

Clear – Com : Sebutan untuk penggunaan head-set audio yang dihubungkan ke ruang master control.

Channel : maksudnya Saluran.

Crazy Shot : Gambar yang direkam dengan kamera dengan sudut pandang dan movement yang tidak beraturan.

Compotition : Maksudnya Komposisi Gambar.

Continuity : berkesinambungan.

Cross Blocking : Penempatan posisi objek secara silang yang sesuai kebutuhan gambar.

Crane : Katrol khusus untuk kamera juga penata kamera yang dapat bergerak ke atas dan ke bawah.

Clip On : Mikrofon khusus yang dipasang pada subjek atau objek tanpa terlihat.

Casting : Proses pemilihan pemain atau pelakon sesuai karakter dan peran yang akan diberikan.

Close Up : Proses pengambilan gambar dari jarak cukup dekat.

Desain Compugrafis : Rancangan grafis yang digambar mrnggunakan teknologi komputer.

Durasi : Waktu yang digunakan atau dijalankan.

Dimmer : Digunakan untuk mengontrol naik turunnya intensitas cahaya.

Disc Jokey : Sebutan buat pembawa acara musik.

Dissolve : Tekhnik peralihan/antara gambar pada editing maupun syuting multi kamera.

Depth of Field : Area dimana seluruh objek yang diterima oleh lensa dan kamera muncul dengan fokus yang tepat. Biasanya hal ini dipengaruhi oleh jarak antara objek dan kamera, focal length dari lensa dan f-stop.

Dialogue : merupakan percakapan yang muncul di dalam adegan.

Dramatic Emotion : Mendramatisir Emosi dalam pengambilan gambar secara dramatis.

Editing : Proses pemotongan pemilihan dan  penggabungan gambar.

Ending Title : Urutan nama yang dicantumkan di akhir film.

Engineering : Sebutan buat pengerjaan dan pembagian kerja pada teknis penyiaran.

Establish Shot : pengambilan gambar yang natural dan wajar.

Extreme Close Up : Pengambilan gambar dari jarak sangat dekat.

Focus : Penyelarasan gambar secara detail, tajam, dan jernih hingga mendekati objek aslinya.

Final Editing : Proses akhir pemotongan gambar secara menyeluruh.

Floor Director : yaitu Seseorang yang bertanggung jawab membantu mengkomunikasikan keinginan dari sutradara, ke master kontrol ke studio produksi.

Filter Camera : adalah Filter yang digunakan untuk suatu kamera.

Footage : Maksudnya stok gambar – gambar yang tersedia dan dapat digunakan.

Hunting Location : Proses pencarian, pengambilan / penggunaan lokasi terbaik untuk syuting.

Headset : Digunakan untuk dapat mendengarkan suara sutradara.

Hand held : Tekhnik penggunaan kamera menggunakan tangan tanpa tripod.

Image : Gambar Simbol yang sesuai objek.

Jumping Shot : Proses pengambilan gambar yang tidak berurutan.

Jimmy Jib: Katrol kamera otomatis yang digerakkan menggunakan remote.

Job Description : Pembagian Tugas dan Deskripsi tentang jenis pekerjaan.

Jeda Komersial : Sesaat pada penayangan iklan komersial di antara acara televisi.

Job Title : Penamaan jabatan pada sebuah pekerjaan.

Konservatif : Serba teratur, tertib, dan apa adanya.

Kreator : Sebutan buat seseorang yang menciptakan karya kreatif.

Lighting : Pencahayaan Penataan cahaya.

Lighting Effect : Efek dari penataan cahaya.

Lensa Wide : Lensa yang digunakan untuk memperbesar sudut pandang pengambilan gambar dari kamera.

Lensa Super Wide : Lensa yang digunakan untuk sangat memperbesar sudut pandang pengambilan gambar dari kamera.

Long Shot : Gambar yang direkam dari jarak yang jauh. Biasanya digunakan dengan cara pengambilan gambar dari sudut panjang dan lebar.

Master Control : Perangkat teknis utama penyiaran untuk mengontrol proses distribusi audio dan video dari berbagai input pada produksi untuk siaran live show maupun recorded.

Magazine Show : Rancangan acara dengan format majalah.

Main Object : Target pada objek utama.

Medium Close Up : Pengambilan gambar dari jarak cukup dekat.
Medium Shot : Gambar yang diambil dari jarak sedang.

Medium Long Shot : Pengambilan gambar dari jarak yang panjang dan jauh.

Monitor : Digunakan untuk memantau gambar.

Master Video : Video utama berisikan rekaman acara televisi yang siap untuk ditayangkan maupun disimpan.

Multi Camera : Sistem dari tata produksi audio visual yang syuting secara bersamaan dengan menggunakan sejumlah kamera.

Middle Close Up : Pengambilan gambar dari jarak sedang.

Master Shot : Gambar pilihan utama dari sebuah adegan yang kemudian dijadikan referensi atau rujukan saat melakukan editing.

Noise : Gangguan pada sirkulasi signal audio maupun video yang mengganggu program acara.

News Director : Direktur pemberitaan yang bertanggung jawab atas seluruh isi pemberitaan yang disiarkan secara aktual berdasarkan fakta.

Off Line : Proses editing awal untuk memilih gambar terbaik dengan time code dari berbagai stock shot sesuai dengan kebutuhan adegan. Hasil dari gambar tersebut ditransformasikan dalam bentuk workprint dengan EDL (edit decision List).

On Line : Proses akhir editing untuk menyempurnakan, mempercantik dan memperindah gambar setelah melalui proses off line.

Operet : Istilah populer untuk acara yang menggabungkan antara unsur fiksi, nonfiksi dan musik ke dalam suatu alur cerita.

Opera Musikal : Format acara yang menggabungkan unsur drama dengan musik.

Opening Scene : Adegan yang dirancang khusus untuk membuka acara atau cerita. Biasanya adegan ini dikemas kreatif dan menarik untuk mendpatkan perhatian penonton.

Opening Shot : Komposisi sudut pengambilan gambar pada awal adegan atau acara yang dirancang khusus untuk menarik perhatian penonton.

OB Van : Outside Broadcasting Van, mobil khusus yang membawa perangkat tekhnis penyiaran audio dan video untuk memproduksi program diluar studio. Dapat juga digunakan untuk master control bagi siaran langsung.

Power Pack : Tempat khusu berbentuk boks yang berguna untuk pembagian arus daya listrik.

Panning : Pergerakkan horizontal kamera dari kiri kekanan maupun sebaliknya.

Property : Berbagai aksesori.

Program Directing : Penyutradaraan program televisi.

Programming : Tekhnik penyusunan program acara televisi yang ditayangkan secara berurutan.

Praproduksi : Berbagai kegiatan persiapan sebelum pelaksanaan produksi dimulai.

Paskaproduksi : Proses penyelesaian akhir dari produksi.Biasanya istilah ini digunakan pada proses editing.

Produser : Pimpinan produksi yang bertanggung jawab kepada seluruh kegiatan pengkoordinasian pelaksanaan praproduksi, produksi sampai paskaproduksi.

Rating : Perhitungan secara statistikal untuk mengukur tingkat popularitas program acara televisi terhadap penonton.

Rundown : Susunan isi dan alur cerita dari program acara televisi yang dibatasi oleh durasi, jeda komersial, segmentasi, dan bahasa naskah.

Run Through : Latihan akhir bagi seluruh pendukung acara televisi yang disesuaikan dengan urutan acara sesuai dalam rundown.

Reportase : Sebuah laporan perjalanan atau liputan lapangan yang digunakan untuk mendukung data – data aktual dan faktual.

Retake : Pengulangan pengambilan adegan gambar.

Shot : Ambil Gambar.

Simply Shot : Gambar yang diambil dari sudut yang mudah.

Skill : Keahlian.

Set Up : Proses persiapan akhir sebelum produksi televisi dimulai dari set artistik, performer hingga masalah tekhnis siaran.

Stand By : Komando akhir yang menunjukkan bahwa seluruh komponen produksi telah siap untuk melaksanakan syuting.

Single Camera : Sistem dari tata cara produksi audio visual yang hanya menggunakan satu kamera.

Script Format : Format penulisan naskah acara baik untuk fiksi maupun nonfiksi.

Script Marking : Penandaan pada naskah untuk menjadi catatan pada sutradara maupun pendukung produksi lainnya.

Stock Shot : Berbagai bentuk gambar yang diciptakan untuk dijadikan pilihan pada saat gambar gambar tersebut memasuki proses editing.

Suspense : Istilah yang digunakan untuk menunjukkan adegan – adegan yang menegangkan dan mengundang rasa was was bagi penonton.

Sound : Penataan suara.

Sound Effect : Efek suara yang diciptakan atau digunakan untuk mendukung suasana dari adegan.

Steady Shot : Gambar sempurna dan tidak terlalu banyak bergerak, yang dapat dinikmati dengan posis

Comments

comments