Cara Cermat Mencari Lowongan Pekerjaan 2023

Setiap tahun jumlah angkatan kerja terus bertambah. Sayangnya, hal ini tidak berbanding lurus dengan jumlah tersedianya lapangan pekerjaan.

Diperparah, dengan orang yang sudah bekerja pun banyak yang resign di-PHK (dierhentikan bekerja) dan mencari pekerjaan baru.

Job seeker jadi semakin sulit dan saling sikut. Karena takut tidak dapat kerjaan dan terus jadi beban.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah angkatan kerja pada Februari 2022 adalah sebanyak 144,01 juta orang. Jumlah tersebut naik sebanyak 4,20 juta orang dibanding Februari 2021.

Sedangkan, Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa indeks ekspektasi ketersediaan lapangan kerja turun dari level 129,7 pada Februari 2022 menjadi 126,4 pada Maret 2022. Sementara itu, rata-rata orang berganti pekerjaan 10 sampai 15 kali selama karier profesional mereka.

Nah, gimana? Perang para pencari kerja is real. Solusinya kamu harus makin pintar dalam mencari pekerjaan. Gimana caranya? Nggak usah khawatir, di artikel ini, Kuncie akan kasih tips mencari pekerjaan di 2022. Simak sampai akhir, ya!

Tips Mencari Kerja

Agar kamu senantiasa siap untuk bersaing, ada baiknya kamu membaca beberapa tips dalam mencari kerja berikut ini!

1. Gunakan Platform Pencarian Kerja Online

Sekarang kamu pasti sudah jarang melihat orang datang ke perusahaan bawa map buat lamar kerja. Iya, kan? Karena sekarang sudah banyak platform yang menyediakan informasi lowongan pekerjaan. Sebut saja LinkedIn, Kalibrr, Indeed, Glints, dan banyak lainnya.

Kunjungi Juga Portal Cari Kerja di Kuncie

Platform-platform tersebut sangat memudahkan para job seeker. Nggak cuma dapat info lowongan pekerjaan, kamu bisa melamar langsung lewat platform tersebut. Ditambah, kamu juga bisa membuat profil kamu sendiri dengan mencantumkan informasi yang bisa menarik recruiter. Jadi, kamu bahkan punya kesempatan untuk dihubungi recruiter tanpa melamar.

‍2. Manfaatkan Networking

Beberapa perusahaan punya Employee Referral Program (ERP). Program tersebut memungkinkan karyawan untuk merekomendasikan kandidat untuk mengikuti proses seleksi perusahaan. Gimana? Dengar hal ini kamu jadi sadar seberapa pentingnya networking, kan?

Yup, networking itu penting banget. Dengan punya banyak kenalan orang-orang yang sudah kerja, kamu juga bisa ketularan dapat kerja. Jadi, mulai sekarang jangan sungkan buat kenalan sama orang baru, ya. Perluas networking kamu. Makin banyak kenalan, makin cepat dapat kerjaan.

3. Ikuti Acara Job Fair

Job fair adalah bursa atau pameran di mana recruiter mencari kandidat yang prospektif. Kamu bisa menyerahkan resume atau CV secara langsung. Bahkan, kamu juga bisa berkesempatan untuk melakukan walk in interview.

Akan tetapi, saat mendapat informasi job fair, jangan langsung datang tanpa persiapan, ya. Ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui terlebih dahulu.

Pertama, tentukan perusahaan incaran kamu. Ada banyak perusahaan yang berpartisipasi pada job fair. Jadi, lebih baik tentukan dulu perusahaan mana yang akan kamu lamar. Saat tiba, prioritaskan untuk datang ke stan perusahaan incaran kamu dulu. Setelah itu, baru kamu boleh melihat-lihat perusahaan lainnya. Jangan sampai kamu menghabiskan waktu di stan perusahaan yang bukan incaran kamu.

Kedua, tentukan rute paling efektif. Selain ada banyak perusahaan, tentu saja banyak pula pelamar kerja yang datang. Suasana akan menjadi crowded. Maka dari itu, penting untuk menentukan rute. Kamu bisa menggunakan denah job fair sebagai panduan. Biasanya, denah disediakan oleh penyelenggara di pintu masuk.

Ketiga, jangan lupa membawa dokumen yang diperlukan. Dokumen tersebut misalnya resume, CV, dan portofolio. Bila perlu, bawa pula fotokopi ijazah, transkrip nilai, dan sertifikat pelatihan.

Baca Juga: Tips Membuat CV Yang Menarik

Keempat, tunjukkan antusiasme dan kepercayaan diri. Meskipun ada banyak job seeker yang datang ke job fair. Jangan pernah kamu biarkan nyalimu menciut. Percaya diri dengan kemampuanmu. Jika kamu nggak pede, bisa-bisa recruiter malah meragukan kemampuanmu. Tunjukkan juga kalau kamu antusias dengan pekerjaan yang kamu lamar, ya. Siapa tahu, kamu langsung dapat kesempatan interview.

Kelima, cari kesempatan berbicara dengan manajer HR. Saat mengunjungi stan perusahaan yang kamu incar, kamu mungkin akan bertemu beberapa staf HR. Jika memungkinkan, carilah kesempatan bertemu dan berbicara langsung dengan manajer HR. Hal ini karena tentu saja dibanding staf, manajer punya pengaruh yang lebih besar.

Keenam, antisipasi wawancara kerja. Karena pada job fair, kamu bisa saja dapat kesempatan wawancara. Maka dari itu, jangan lupa juga untuk melakukan persiapan wawancara. Misalnya saja dengan memperhatikan penampilan. Sebaiknya, jangan gunakan outfit dengan warna yang mencolok. Pilihlah pakaian yang berwarna netral dan terkesan profesional.

Baca Juga: Persiapan Sebelum Interview

Ketujuh, jangan lupa follow up. Beberapa hari setelah melamar, jika kamu tak kunjung mendapat pemberitahuan terkait status lamaran kamu, kamu boleh melakukan follow up. Ini untuk mengantisipasi kemungkinan bahwa recruiter sudah menghubungi kamu, tetapi gagal. Jadi, sah-sah saja untuk menghubungi recruiter dan menanyakan perihal status lamaran kamu.

‍4. Pantau Situs Resmi Perusahaan

Perusahaan terkadang mencantumkan halaman karier di situs webnya. Ini menjadi suatu kemudahan bagi job seeker. Kamu bisa mendapat informasi lowongan pekerjaan yang valid dan benar-benar terpercaya, karena datang dari situs resmi perusahaan. Jadi, jangan lupa cek situs resmi perusahaan yang kamu lamar, ya!

‍5. Manfaatkan Social Media

Selain platform lowongan kerja dan situs resmi perusahaan, media sosial juga jadi lahan basah bagi para job seeker. Yup, banyak akun-akun di media sosial yang memberi informasi lowongan pekerjaan. Di Instagram, Twitter, atau bahkan TikTok. Untuk mencarinya, kamu tinggal memasukkan kata kunci di tab pencari, misalnya saja “loker.”

‍Awas, Banyak Lowongan Kerja Palsu!

Selain menerapkan tips-tips di atas. Ada satu hal lagi yang perlu kamu perhatikan, yaitu loker palsu. Ada saja oknum yang menebar lowongan kerja palsu untuk mengumpulkan data pribadi pelamar. Data tersebut nantinya disalahgunakan untuk berbagai kejahatan. Kamu nggak mau kan terjerat loker palsu? Untuk itu, perhatikan infografis berikut, ya.

Ciri-ciri loker palsu

– Nama dan alamat kantor tidak jelas.
– Persyaratan terlalu mudah.
– Domain perusahaan yang meragukan.
– Penggunaan bahasa yang tidak formal dan banyak typo.
– Menggunakan email dan situs gratis.
– Menyebar lowongan melalui WhatsApp.

Solusinya, kamu bisa cek dari ketiga hal berikut ini:

– Perhatikan dan lakukan cross check, jangan mudah tergoda oleh rayuan gaji yang besar dan sebagainya.
– Cek langsung di website perusahaan, atau paling tidak cek di profile sosial medianya seperti linkedin.
– Melamar di situs karir resmi.

Demikianlah cara cerdas yang harus kamu lakukan untuk melamar pekerjaan di 2022. Namun, selain melakukan cara-cara tersebut, jangan lupa untuk selalu meningkatkan kemampuan kamu. Seiring berjalannya waktu, persaingan akan menjadi semakin ketat. Teknologi juga berkembang pesat.
Sudah banyak pekerjaan yang digantikan oleh mesin. Banyak talent-talent baru bermunculan dengan skil-skill terkini yang dibutuhkan perusahaan. Kamu, nggak mau ketinggalan kan?

Ini saatnya untuk kamu upgrade skill. Kamu nggak boleh jalan santai ketika orang-orang berlari. Nggak ada kesuksesan yang gratis. Melainkan, harus dibayar dengan usaha dan jerih payah.

Kalau kamu terus belajar dan meng-update kemampuan kamu sesuai dengan perkembangan zaman, kamu pasti bisa mendapat pekerjaan impianmu. Terus semangat melangkah menggapai masa depan yang cerah!