WASPADAI Sifat-sifat CURANG Licik Ini dari Temen Bisnis Anda

Photography Video Production

WASPADAI Sifat-sifat CURANG Licik Ini dari Temen Bisnis Anda

15/12/2016 Story 0

WASPADAI Sifat-sifat CURANG INI dari Temen Bisnis Anda

Bila Curang dan Tikung Menikung dalam BISNIS sudah jadi BUDAYA !?

Curang /Sabotase atau Tikung Menikung Teman Sendiri sudah jadi satu watak kebiasaan atau tradisi dalam bisnis hari ini nampaknya.

Tidak tau bagaimana reaksinya kalau hal itu menimpa diri mereka juga.

Sebenarnya bagi kami Minda Art Production tidak ada istilah “saingan”, dalam bisnis atau apapun. Karena rejeki itu  sudah ada yang ngatur. Masing-masih sudah ada ‘jatah’nya sendiri-sendiri. Tapi itu bukan berarti boleh menikung atau sabotase temen sendiri seenaknya. Seperti merebut “pacar” (baca=pekerjaan) seenaknya dengan curang dan liciknya.

PERJALANAN selama menekuni PEKERJAAN di dunia usaha bidang fotografi dan videografi di sebuah kota di sini … tidaklah semulus sesukses seperti yang orang bayangkan.

KENDALA & Aral Halangan pasti ada. Hanya saja, karena ada faktor lebih ke menahan kesabaran, yang suka hati kamu-lah,  demi keluarga dan anak-anak terutamanya, semua dijalani dengan tabah dan sabar. Tapi bukan berarti kita terus tinggal diam dan jadi kerbau dungu atau kain keset yang mau terus diinjak-injak selamanya.

meme-hutang

Akhir-akhir ini admin cukup banyak mendapat telpon dari Pelanggan baik dari dalam ataupun dari luar kota, bersyukur sekali rasanya. Sebagai tanda tidak “MAKAN” sendiri dalam usaha, berbagilah dengan teman, walaupun kadang teman itu sendiri banyak yang tidak pernah berbagi “REJEKI” kembali, tapi ya sudahlah kalau memang tidak mau memberi job balik, kita tidak mempermasalahkan. Biarlah rejeki sudah ada yang NGATUR.

TAPI bukan berarti seenak hati MENIKUNG TEMAN SENDIRI atau SABOTAGE seenaknya hingga klien atau pelanggan direbut secara CURANG. Dan adalagi banyak yang tidak mau bayar hutang jasa atau upahnya, sampai menghilang entah kemana.

Mereka mengganggap dapat untung tidak membayar 100-200 ribu atau 1-2 juta, adalah SALAH BESAR.

Misal upah/honor dari jasa foto atau shooting, biaya sewa/rental kamera, atau jasa edit yang tidak dibayar, bukan sekali dua, banyak tidak bisa dibilang jari lagi.

Jangan terlalu percaya dengan teman apalagi tidak jelas juntrungannya (rumahnya, tempat kostnya apalagi usahanya).  Pinjam alat tidak balik atau bayar sudah jadi WATAK atau BUDAYA. Kalau tidak siap merelakannya, wassalam aja lah …

Sudah coba diminta baik-baik dan didatangi bukannya sadar dan membayar malah mengancam dan mengintimidasi. Okelah kalau begitu itu maunya, CUKUPlah sampai DI SINI saja jangan pernah datang lagi merengek-rengek minjem alat. Rugi, kamu salah sendiri. Gayanya aja kemana-mana pakai mobil, jalan sana, jalan sini, wisata sana wisata sini, makan enak, share dan tayang di sosial media. Tapppi hutang dan kewajiban diabaikan bertahun-tahun lamanya …. Sungguh tidak berperi ketemanan.

Bagi teman-teman lain yang sudah menjadi klien atau telah berkerjasama dan saling percaya kepada kami Minda Art, kami ucapkan Jutaan Terima Kasih dari kami atas kesediaannya untuk bekerja sama dengan kami.

Ini sekedar catatan semoga kejadian serupa tidak terjadi kepada yang lain dan jadi pelajaran buat semua, dan semoga TUHAN perlakukan mereka dengan sebaiknya.

  1. SATU studio sebut SAJA DRFRA di Padang menyewa jasa Editing, juga Shooting dengan Perjanjian biasa sekian (minim) dari standar yang ada di pasaran. Oke. Beberapa kali jasa digunakan, waktu Pembayaran ngeles, alasan tidak ada uang, pasang muka ‘melas’ malah pinjem duit segala, karena kasihan akhirnya diberi juga pinjaman. Eh bukannya bayar malah ingkar dan mengelak setiap ketemu, sampai kaburnya ke Jakarta. Orang kayak gini dimana pun berada akan terus begitu cari mangsa terus, tapi gak akan bertahan lama, sebab orang sudah gak akan percaya.
  2. Sebut saja, Syfi, perlakuannya hampir sama, sampai matinya beliau tidak ada itikad baik untuk membayar hutang, janji ke janji tidak ada usaha mau melunasi atau mencicil seadanya. Akhirnya meninggal di usia muda, kasihan … ngakunya ke keluarganya tidak ada hutang dan lain sebagainya. Semoga diampunkan Tuhan. Tapi yang namanya utang tetep utang, walaupun orang mati syahid, akan tertahan sebab hutang yang belum dibayar.
  3. Yang satu initial namanya D, dengan alasan Rental kamera trus minta edit video juga … gayanya banyak, kemana-mana naik mobil turun mobil saja, makan enak sana-sini. Tapi apa hutang biaya sewa kamera dan jasa edit 500ribu tidak juga dibayarnya. Nggak ada niat mau membayarnya. Dikira lupa, atau melupa-lupakan, ya sudah lupakan saja. Nanti susah sendiri, pas butuh bantuan malu mau menghubungi, mana berani datang kecuali gak punya malu.
  4. Hampir sama pula yang satu lagi! Inisialnya R, Niat pinjam kamera untuk teman selama 2 hari balik 4 hari. Sampai saat ini belum memenuhi janji. Menghilang seperti ‘jurig” sempat ketemu laksana pesakitan yang “INNOSENCE”. Padahal saya sedapat mungkin berbuat baik dan adil dalam berbagi. Supaya gak ada yang dicurangi atau rejeki mereka yang bukan hak kami.
  5. Yang satu ini berinitial AF, berusaha menikung temen sendiri,  Sabotase atau Curang mengambil jalan pintas. Kamu dapat job dari siapa, kok berani-beraninya main curang sih. Ya udah cukup sampai di SINI.
  6. Type yang ke-enam adalah type PEMBERANG. Bos yang satu ini hampir setiap waktu mengomel. Saya saksikan di kantornya setiap hari memaki-maki. Saya yang kebetulan pekerja freelance sering nongkrong di tempat kerjanya. Kalau ada job dia bagi dengan harga yang sangat jauh di bawah standar. Oke itu ga masalah. Yang jadi masalah adalah ketika orang tua kita yang dia hina-hina dengan seenak udelnya. Maaf disebut-sebut waang … Kalera! Bahasa yang sangat kasar di Ranah MINANG. Sorry BOS kalau bukan karena TUHAN dan orang tua yang kamu hina itu, aku tidak ada di sini. Menghina Tuhan dan orang Tuhan. Menjengukmu aku mungkin tidak mau. Aku takut berkawan dengan orang seperti kamu, yang mulutnya latah, lebih latah dari perempuan … emang punya bibir berapa … ?!!
  7. Yang satu lagi tidak kalah penting juga. Suka-duka buka usaha jasa, susah payah melatih anggota, orang lain yang dapat enaknya. Sebut saja inisial P adalah anggota rekrutan dan latihan dari NOL (0) dalam hal praktek sorot menyorot ini. Tapi, yang lain malah yang manfaatin. Yang ngenesnya, pas lagi dibutuhin  eh jalan sama yang lain, keluar kota pula. Padahal tadinya kalau diajak keluar kota susah banget, ada saja alasannya, eh giliran sama orang lain, mau dia. Nasib oh Nasib. Yang ngajak itu pun itu dulu aneh juga, padahal mereka teman sefrofesi fotografer, atau kameramen mestinya tahulah, masa shooting dengan lensa fix yang bokeh itu dia bilang gak bagus, maunya yang biasa2 aja,  jama sudah berubah bro, padahal yang punya acara belum nonton lagi, tapi sudah banyak komplain. Selera boleh beda, tapi kalau perkembangan terbaru ya jangan ketinggalan.
  8. Yang ini ngakunya seorang Sutradara, datang dari Jakarta. Ngakunya namanya Ardian Ganestra. Ngaku dosen juga, entah iya entah endak, berhasil menipu orang sekalimantan, membuat pula operasi di Sumatera Barat. Kami satu kelurahan sudah melaporkannya ke pihak yang Polisi berwajib. Direkrutnya orang untuk maen Felm, kru-nya katanya dari Jakarta, padahal orang lokal. Tadinya percaya, karena yang dijadikan tempat adalah sekolah swasta ternama di Padang. Tapi mereka juga jadi korban penipuannya. Yuliardi nama asli orang ini adalah ibarat ular, yang melilit dan melumatkan mangsanya. Sayang skill dan kepiawaiannya dalam hal seniman disalahgunakannya. Coba kalau jujur dan benar-benar, tidak akan sulit mencari rizki bagi orang sepertinya. Tapi dasar sudah bajingan dan entah apa dikonsumsinya setiap hari di kamarnya bersama teman-temannya.

Itulah 8 kasus yang dirasa cukup besar dan bukan mau mengingat mengungkit kesalahan, tapi supaya orang lain jadi berhati-hati kalau berurusan dengan mereka orang-orang yang seperti ini.

Comments

comments

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *