Asal Usul Rumah Gadang Minangkabau Sumatera Barat

Photography Video Production

Asal Usul Rumah Gadang Minangkabau Sumatera Barat

12/02/2018 General 1

Sudah pernah lihat Rumah Gadang? Ya itu rumah adatnya Orang Minangkabau atau orang Padang! Mau tau Asal Usul Rumah Gadang Minangkabau? Inilah Sekelumit Cerita yang boleh dibaca …

Asal Usul Rumah Gadang Minangkabau

Rumah-Gadang-Lembah-Harau

Rumah gadang adalah rumah adat khas Suku Minangkabau berbentuk seperti tanduk dan memang dibuat menyerupai tanduk kerbau, Itulah Rumah Gadang Minangkabau

Ciri Khas Rumah Gadang Adat Minangkabau

Arsitektur merupakan kreasi seni bangunan yang tinggi. Terkandung unsur-unsur bentuk, ruang, susunan, dan bahan. Terciptanya arsitektur indah nan erat kaitannya dengan manusia dalam mencukupi keperluan hidupnya. Suasana alam persekitaran ikut mencorak kreasi seni bangunan tersebut. Bentuk bangunan dengan latar belakang oleh nilai adat, kehidupan spiritual dan adat istiadat masyarakatnya. Demikian arsitektur rumah gadang tercipta.

Bilik atau ruang dalam rumah gadang berfunsi untuk menyelenggarakan kegiatan kelompok individu atau kerabat dan orang-orang sesuku. Balairung itu digunakan terus menerus dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Arsitek dan bentuk rumah gadang sangat dipengaruhi oleh alam dan adat istiadat yang kental. Lingkungan alam berperan sedemikian rupa terhadap corak bentuk dan susunan rumah gadang  yang terbentuk.

Pengaruh kental adat istiadat mencetuskan banyak versi cerita tentang Asal-usul Rumah Gadang Minangkabau. Cerita itu mayoritas berasal dari tambo Minangkabau. Ada juga yang bersumber dari berbagai tulisan sejarah yang ditulis pada masa itu. Setiap cerita mempunyai fakta tersendiri. Sulit untuk mengetahui yang mana sumber yang lebih valid.

  1. Ada versi yang menceritakan, bentuk gonjong rumah gadang itu menyerupai tanduk seekor kerbau. Erat sekali kaltannya dengan tambo yang menyatakan, orang Minangkabau Menang (Minang) dalam adu kerbau dengan raja dari Jawa pada jaman itu. Untuk melestarikan kemenangan tersebut, masyarakat Minangkabau membuat rumah dengan gonjong di bagian atap rumahnya sehingga terlihat seperti tanduk kerbau.
  2. Cerita Versi lain menyebutkan, corak rumah gadang yang legendaris itu mirip bentuk kapal. Kapal itu mereka namakan “lancang”. Pada zaman Dahulu kala Kapal lancang itu datang dari arah timur melewati sungai Kampar. Ketika sampai di muara sungai, kapal ditarik ke daratan. Supaya kapal tidak cepat lapuk, pemilik memasangkan atap pada kapal. Layar yang tergantung pada tiang-tiangnya dan diikat denga tali, berfungsi sebagai atap. Oleh karena layar terlalu berat, tiang-tiang itu melengkung menyerupai gonjong seperti atap rumah gadang sekarang. Penumpang lancang (kapal) membentuk rumah yang mirip dengan kapal itu. Dari sinilah asal usul rumah gadang Minangkabau.
  3. Cerita berikutnya lain pula versinya. Bentuk rumah gadang itu menyerupai susunan sirih dan cerano. Tulang sirih itu melentik seperti bubungan atap. Pendapat itu diperkuat dengan fungsi sirih di Minangkabau, yakni sebagai lambang persaudaraan dan kekeluargaan menyambut tetamu.

Jika diselidiki, mungkin banyak lagi versi cerita berkaitan dengan asal usul rumah gadang minangkabau itu. Namun, cerita di atas adalah yang paling banyak diakui.

Bentuknya yang sangat khas rumah gadang itu dibuat. Berbentuk segi empat, tetapi tak simetris. Rumah itu menukik ke atas, tonggak bagian luarnya tidak lurus ke atas tapi miring sedikit arah luar. Hal itu dirancang mungkin karena mengingat kondisi alam Minangkabau yang sejak dahulu. Keberadaan wilayah Minangkabau berada di dataran tinggi dan dataran rendah bukit barisan yang sering gempa. Hembusan angin pegunungan cukup kencang. Dengan membangun rumah yang sedemikian rupa, di antranya untuk mengatasi keadaan demikian yaitu terpaan angin yang datang dari berbagai penjuru.

Atapnya rumah gadang yang demikian melengkung seperti tanduk kerbau atau seperti susunan sirih dalam carano. Atapnya yang lancip dan runcing ke atas disebut “gonjong”. Semakin ke atas semakin lancip dan runcing serta tajam. Seringnya curah hujan maka atapnya dibuat runcing ke atas, supaya air hujan terus meluncur ke bawah. Atapnya pada awalnya terbuat dari ijuk, namun sejak ada seng, sudah banyak rumah gadang yang menggunakan bahan seng ini untuk atapnya.

Lengkung badan pungguh rumah gadang yang landai bak kapal. Mungkin hai ini ada kaitannya dengan cerita di awal tadi.

Rumah gadang Minangkabau yang berbentuk panggung dengan tinggi lantainya, sekitar 2 meter ketinggian dari tanah. Hal ini boleh jadi erat hubungannya dengan alam Minangkabau. Oleh karena pada zaman dulu, penduduk belum sebanyak sekarang, sehingga binatang buas masih sering bebas berkeliaran, sehingga masyarakat membangun rumah gonjong dengan panggung untuk berlindung dari binatang buas itu sendiri. Selain itu, di bawah lantai rumah gadang juga bisa digunakan untuk memelihara binatang ternak seperti ayam, kambing, sapi dan kerbau.

Di antara lantai dan atap terdapat semacam loteng yang biasa disebut “pagu”. Digunakan untuk menyimpan barang berharga yang jarang digunakan. Terdapat dua bagian. Pertama adalah bilik atau kamar, dan bagian kedua adalah rehat.

Demikian sekelumit kisah tentang Asal Usul Rumah Gadang Minangkabau yang khas tersebut.

Comments

comments

 

One Response

  1. Gani says:

    Sukses terus uda mindart nya….. Berkah selelu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *