Rumit – Dilema Hubungan Janda dan Duda Cerai Mati

Rumit – Dilema Hubungan Janda dan Duda Cerai Mati

01/11/2022 Merriage 0
istri cerewet

Tanggapan Psikolog Irma Makarim

Empat bulan adalah waktu yang relatif singkat untuk mengobati duka karena kehilangan istri. Kenangan manis mungkin akan tersimpan dalam lubuk hati E. Tetapi, menghidupkan kembali almarhumah istrinya dengan terus-menerus membicarakannya di hadapan Anda, menggambarkan keterikatannya yang begitu kuat pada almarhumah.

Anda perlu menanyakan kembali, apakah E memang siap menikah kembali dan melanjutkan hidupnya bersama Anda. Atau, E mempunyai alasan tertentu, sehingga berpikir untuk menikah lagi dalam waktu singkat.

Setiap orang tentu punya alasan masing-masing untuk kembali menikah. Lebih baik Anda mengetahui dengan baik alasan E yang belum bisa melupakan almarhumah istrinya. Idealnya, dari diri Anda, E mendapatkan teman hidup untuk berbagi dan membangun rumah tangga. Dan, Anda menjadi teman bagi anak-anaknya.

Tetapi, bisa saja ada alasan berbeda. Misalnya, Anda mendapatkan sosok yang tepat untuk bergantung, dan E membutuhkan bantuan untuk mengurus rumah tangga dan anak anak. Perbedaan ini sebaiknya diketahui oleh kedua belah pihak, agar masing-masing mempersiapkan diri dengan baik dan terhindar dari kekecewaan di kemudian hari.

Sebaiknya pula, baik Anda maupun E menilai kembali kesiapan untuk menikah, dan jujur melihat apakah dasar atau alasan pernikahan sudah cukup kuat. Bila memang kedua pihak sudah siap, maka dengan hati tulus Anda berdua bisa melangkah lebih jauh. Dengan syarat, masing-masing saling menghargai dan menjaga perasaan pasangan.

Walaupun Anda mengakui, almarhumah punya banyak kelebihan, tidak berarti bahwa Anda tidak memilikinya. Setiap orang tampil dengan kelebihan yang berbeda, sehingga tidak etis bagi E untuk membandingkan Anda, calon istrinya. Sikap E sangat disayangkan, tetapi ini menunjukkan bahwa ia kurang menghargai Anda. Bila ia terbiasa melakukannya sekarang, hal yang sama mungkin akan terus dilakukannya nanti setelah menikah.

Sebaliknya, jangan sekali-kali meremehkan diri sendiri, apalagi membandingkan dengan orang lain. Temukan dan perkuat kelebihan Anda sendiri. Jangan biarkan E mengancam Anda, hanya karena Anda mengemukakan pendapat. Bila ia sedemikian mudahnya ingin membatalkan niat untuk menikah dengan Anda, mungkin perlu dipertanyakan keseriusannya dalam rencana pernikahan ini.

Tanggapan Psikolog Monty Satiadarma

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1