Heboh Pernikahan LGBT di Padang Hari Valentine

You're The Star!

Heboh Pernikahan LGBT di Padang Hari Valentine

14/02/2016 General News Wedding 6

Heboh Pernikahan LGBT di Padang Hari Valentine

Dunia makin edan. Diduga pernikahan sesama jenis hampir terjadi di Kota Padang. Sepasang calon pengantin (keduanya wanita) berhasil mengelabui Kantor Urusan Agama (KUA) Padang Timur dan KUA Pauh.

TERANCAM BATAL: Pas foto DMD dan MMP sebagai persyaratan administrasi pernikahan tercatat di KUA Padang Timur.

TERANCAM BATAL: Pas foto DMD dan MMP sebagai persyaratan administrasi pernikahan tercatat di KUA Padang Timur.

Kasus ini terkuak dan membuat gempar warga Jati Koto Panjang, Kelurahan Jati, Kecamatan Padang Timur. Salah seorang warga mereka yang selama ini dikenal sebagai seorang wanita, bernama Annisa N (26) akan melangsungkan pernikahan dengan wanita pujaannya, MMP (26). Namun, Annisa diketahui sudah mengubah identitas diri menjadi seorang pria dengan inisial DMDI (26).

Penelusuran POSMETRO, Kamis (11/2) di KUA Padang Timur dan Pauh, secara administrasi pernikahan tersebut sangat normal. Keduanya berhasil mendapatkan surat nikah (NA) dari Kelurahan Jati, Kecamatan Padang Timur serta dari KUA Padang Timur mereka memperoleh izin.

Tidak hanya itu, DMDI dan MMP sudah melakukan screenning (sidang) di Kantor KUA Pauh, Selasa (9/2) lalu. Jadwal yang tercatat di KUA Pauh, keduanya melangsungkan pernikahan di rumah mempelai wanita di Rindang Alam, Kecamatan Pauh, pada 14 Februari— hari Valentine.

Terkuak dari Undangan

Sejatinya, pernikahan DMDI dan MMP bisa berlangsung tanpa ada masalah. Akan tetapi semua terkuak ketika warga Jati Koto Panjang, mendapati undangan pernikahan keduanya. Alhasil, kawasan tempat tinggal DMDI bagaleboh. Karena sepengetahun mereka, DMDI terlahir sebagai seorang wanita bernama Annisa Nadia.

Dari kecil, Annisa Nadia dikenal sebagai gadis riang dan ceria, bukanlah seorang lelaki yang diakuinya seperti saat ini (dalam surat nikah). Warga juga mengenal, sewaktu remaja, Annisa atau DMDI memiliki kemampuan gaib untuk mengobati berbagai macam penyakit.

BACA :   Studio Foto Terdekat di Padang

”Saya mengenal dia dari kecil karena saya yang merawatnya. Jelas dia perempuan secara biologis. Sama seperti wanita biasa yang normal. Namun, semenjak SMA, Annisa mulai berubah dan tertutup terhadap lingkungan,” ungkap salah seorang tetangga DMDI, Indrawati (43), kepada POSMETRO.

Menurut Indrawati, DMDI sudah berpacaran selama delapan tahun dengan perempuan yang akan dinikahinya. ”Saya kira hal ini sangat aneh, karena dia adalah seorang wanita menjalin hubungan cinta dengan sesama wanita. Dan, kenapa sudah delapan tahun berhubungan tidak tahu bahwa pasangan itu sesama wanita,” jelasnya.

 
Indrawati dan tetangga lainnya, juga menyebut jika Annisa atau DMDI selepas SMA, pergi merantau ke Jakarta. Dan, warga tidak tahu lagi bagaimana kehidupan yang dijalani Annisa.
”Ketika ingin menikah, mereka ingin mendapatkan izin dari Padang,” lanjut Indrawati.
Menurut Indrawati, ibu dari Annisa mengatakan jika putrinya telah melewati peristiwa mistik. Sejak mengalami mistik itu, tiba-tiba saja anaknya berubah dari perempuan menjadi lelaki. ”Namun, secara perawakan anak tersebut masih terlihat sebagai wanita. Parasnya masih ayu, dan payudara terlihat.
Namun, Annisa sering menggunakan jaket, dan gayanya saat ini dibuat seperti lelaki,” ujar Indrawati. Diakui Indrawati, kedua pengantin hanya melangsungkan pernikahan di rumah sang wanita di Kompleks Rindang Alam, Pauh. Bahkan, tidak ada satu pun warga atau tetangga yang diundang.”Saya melihat sendiri undangannya, yaitu pada 14 Februari 2016 nanti akan dilangsungkan. Hal ini langsung beredar di Jati secara meluas dan membuat resah warga. Sehingga kami mengadukan hal ini kepada pihak kelurahan,” tutupnya.Lurah: KTP-nya PriaTerpisah, Lurah Jati Yuharman, menjelaskan secara administrasi tidak ada permasalahan dengan calpon pengantin. ”Di dalam Kartu Keluarga (KK) dan KTP, DMDI tercatat sebagai pria. Dan ingin menikahi seorang gadis. Tanda tangan RT, RT orang tua dan mamak lengkap. Sehingga, kami dari kelurahan me-acc surat ini ke KUA Padang Timur,” jelas Yuharman.
Namun, karena isu semakin hangat, bahwa DMDI adalah seorang wanita bukan pria, maka pihak kelurahan pun melakukan investigasi. ”Kami tak ingin kecolongan. Petugas kelurahan telah melakukan investigasi,” sebutnya.Hasilnya, kata Yuharman, rapor dan STTB tercatat DMDI dari SMP Adabiah. Ada kesamaan data antara DMDI dan Annisa, baik tanggal lahir, nama orang tua dan tanggal lahir orang tua.”Hanya nama saja yang berbeda. Di rapor dan STTB bernama Annisa, sedangkan yang kami terima sekarang berinisial DMDI.
Karena itu, kami langsung membuat surat penangguhan kepada KUA Padang Timur agar pernikahan ini ditunda. Karena jelas menyalahi aturan, ada pemalsuan data sepertinya,” ungkap Yuharman.Sementara itu, karena pernikahan ini akan dilakukan di KUA tempat mempelai wanita, yaitu KUA Kecamatan Pauh, kemarin, POSMETRO langsung melakukan perjalanan ke kantor tersebut. Kepala KUA Pauh Rusjdisjah mengatakan, bahwa pasangan tersebut sudah melakukan screenning, Selasa lalu.
”Hingga hingga saat ini belum ada kabar penangguhan tersebut dilayangkan kepada kami. Kalau memang benar isu tersebut, tentunya harus dilengkapi dengan bukti. Sehingga bukan hanya isu,” ucapnya.Dikatakan Rusjdisjah, pernikahan tersebut akan dilakukan pada Minggu (14/2). ”Sejauh ini persyaratan yang mereka ajukan lengkap secara administrasi. Buktinya dari kelurahan, kecamatan dan KUA Padang Timur menindaklanjuti permohonan mereka. Kita masih menunggu kelanjutan dari pihak terkait jika memang akan ada pembatalan,” pungkasnya. (posmetropadang)