Tips Memulai Karir Sebagai Freelancer
Menjadi seorang freelancer bukan berarti tidak ada jadwal tetap seperti saat bekerja di kantor. Perubahan menjadi seorang freelancer justru harus diiringi dengan penyusunan rencana kerja yang teratur dan lebih disiplin, karena tidak ada yang akan mengatur waktu kita sehari-hari.
Tentukan jam kerja Anda, misalnya dari pk 09:00-16:00, dan bagi waktu per jam berdasarkan outputyang Anda inginkan di akhir hari tersebut. Siapkan juga rencana B seandainya ada kejadian-kejadian yang tidak terduga, misalnya anak sakit.
“Saya sendiri yang menetapkan jadwal kerja seperti orang kantoran. Tidak ada yang namanya bersantai karena tidak ada yang mengawasi,” kata Ani, sambil menambahkan bahwa enam bulan sebelum berhenti kerja, ia sudah punya rencana matang tentang proyek yang akan dikerjakannya – sebuah portal khusus perempuan yang dikelola bersama empat orang temannya.
4. Sesuaikan anggaran dan dana darurat
Berbeda dengan pegawai kantoran yang bisa mengatur pengeluaran berdasarkan penghasilan tetap, seorang freelancer harus bisa mengelola pemasukan yang fluktuatif sehingga dapat memenuhi kebutuhan bulanan.
Ini artinya, dana darurat yang disiapkan harus lebih banyak jumlahnya dibandingkan saat seseorang masih menjadi karyawan tetap, yakni sebesar 8-12 bulan biaya hidup. Keberadaan dana darurat akan menghindarkan Anda dari utang saat ada kejadian yang tidak diinginkan, serta bisa sementara menggantikan gaji yang hilang dari pekerjaan tetap sementara menunggu pemasukan dari pekerjaan sambilan.
“Sejak menjadi freelancer, saya pisahkan uang yang masuk dari pekerjaan dan yang saya pergunakan untuk keperluan pribadi. Uang yang masuk dari pekerjaan tidak langsung saya pergunakan, tetapi saya terapkan sistem “gaji” untuk diri sendiri,” kata Ani.
Meski suaminya masih memperoleh gaji tetap dari perusahaannya, Ani membiasakan diri untuk membayar pengeluaran rutin secara sekaligus di muka, misalnya uang asuransi, biaya les anak dan sejenisnya yang bisa dibayar 6 bulan atau 12 bulan di muka.
“Selain itu, saya sisihkan 20% dari setiap penghasilan yang saya dapatkan untuk dana cadangan,” katanya.
Setelah membaca pengalaman Ani di atas, apakah Anda merasa siap menjadi freelancer?
Sumber: LiveOlive
