Analisis Usaha Video Shooting Photography

Photography Video Production

Analisis Usaha Video Shooting Photography

14/03/2016 How To Motivasi Peluang Usaha Photography Video Editing Video Production Video Shooting 3
Spread the love
Share Button

Analisis Usaha Video Shooting Photography

Iklim Persaingan Usaha semakin hari semakin tinggi. Ada baiknya melakukan difersifikasi (Pengembangan Usaha) ke bidang lainnya. Peluang Usaha Bisnis Jasa fotografi Wedding ‘never’ Ending. Ada baiknya dicoba, mungkin anda cocok. Tidak ada salahnya kalau akhirnya banyak orang usaha jasa fotografi dan video production (video shooting editing).

Suatu usaha yang mungkin berawal dari hobby ini, sekarang makin dibutuhkan orang. Perkembangan teknologi yang semakin canggih di bidang ini menuntut penyesuaian kemampuan dari waktu ke waktu. Karena peluang usaha ini setiap hari ada di lingkungan sekitar kita. Jasa dokumentasi foto dan video berbagai acara seremonial seperti, wedding/pernikahan, wisuda, seminar dan lain-lain. Itu semua perlu didokumentasikan berupa foto video atau film dokumenter. Hal itu membuat peluang jasa fotografi dan video shooting makin terbuka lebar. Terlebih lagi jika usaha video shooting tersebut bisa sekaligus mengedit video, mentransfer video ke VCD atau DVD, dan lain-lain.

Baca Juga

  1. Iklan Pemasaran Video Perusahaan Online Internet Marketing

Jika Anda mempunyai minat dam kemampuan di bidang fotografi dan video shooting-editing, anda bisa terjun ke dunia bisnis ini. Ini bisnis cukup serius, dan membuat penghasilan yang lumayan jika ditekuni. Jika tidak mempunyai keahlian di bidang ini, anda dapat mempelajari sambil menjalani, secara sendiri otodidak, atau membayar ahli dengan kursus singkat. Investasi anda ini  kalau serius nantinya akan membuahkan hasil sesuai keseriusan anda menekuninya. Sebagai pamula, atau sudah ada hobi sebelumnya Anda dapat terus berlatih hingga menjadi mahir atau sekedar faham dan dapat menghandle job atau orderan sesuai permintaan. Dunia fotografi dan video shooting ini adalah teknologi, yang tidak mengenal kata henti, dan finish. Dari waktu ke waktu senantiasa ada update terbaru, dan tidak terpaku dengan cara/kondisi yang ada. Minimal 5 tahun anda harus siap mengganti atau mengupgrade alat-alat, untuk menyesuaikan dengan perkembangan semasa.

Untuk terjun ke dalam bisnis ini, anda tidak bisa bekerja sendiri, anda membutuhkan rekan untuk menjalankan tawaran yang datang dari klien anda. Anda bisa membangun bisnis ini dengan teman/relasi atau orang yang paham tentang dunia fotografi dan video production. Pembagian tugas nantinya akan mudah dilaksanakan.

BACA :   Whatsapp Web Tanpa Scan Barcode Apa Bisa? | Update

Seperti halnya foto digital, Videografi atau video shooting atau Video Production juga membutuhkan keterampilan supaya menghasilkan gambar yang bagus. Jadi, shooting atau videografi tidaklah sekedar menekan tombol on dan off record saja, untuk menghasilkan video yang bagus dan menarik, diperlukan teknik dan trik. Dan yang paling penting adalah persiapan yang matang supaya hasil yang diperoleh lebih maksimal. Hal terpenting adalah belajar mengatur waktu, karena dipastikan ketika terjun ke dunia bisnis ini, anda akan disibukkan dengan banyaknya tawaran yang datang, Agenda kerja yang simpang siur entah dari dalam maupun luar kota.

  • Peralatan yang diperlukan

Peralatan yang diperlukan ketika anda memutuskan bisnis jasa fotografi dan video shooting adalah anda perlu mempersiapkan alat-alat berikut ini:

Jasa Fotografi:

  1. Kamera DSLR dan Blitz (Flash).
  2. Tripod.
  3. Komputer dan laptop.
  4. Reflektor.
  5. Lensa Optional: tele 80-200 mm dan Lensa Kit 18-55 mm.

Jasa fotografi paling tidak membutuhkan keterampilan-keterampilan fotografi yang baik dan mampu menghasilkan kualitas foto yang memuaskan konsumen, meliputi kualitas gambar (cahaya, koreogafi, tempat), konsep foto yang unik dan kreatif, pengeditan gambar, hasil cetakan bagus, harga yang bersaing, dan paket menarik.

Jasa Video Shooting:

  1. Handycam dan tripod, bisa menggunakan handycam merek apa saja asalakan masih bisa merekam dan memainkan kembali dengan bagus.
  2. Komputer untuk transfer dan pengeditan. Untuk lebih iritnya, kalau anda sudah mempunyai PC, tinggal upgrade saja agar dapat digunakan untuk pengeditan video.
  3. Kaset video dan pembersih lensa.
  4. Pelindung kabel, kabel power, lakban, atau sejenisnya untuk melindungi kabel anda dari injakan manusia atau barang.
  5. Printer cetak cover, bisa merek apa saja asal bagus hasilnya.
  6. Lampu oncam, filter lensa, mikrofon, dan aksesori lain yang anda miliki.
  7. Lampu tambahan sebesar 1.000 watt dan tripod.

Sebagai langkah awal, yang harus dilakukan untuk memulai atau membuka usaha ini adalah melakukan survei. Survei di sini dimaksudkan untuk melihat ada tidaknya kompetitor di lingkungan/ di wilayah sekitar anda. Jika memang hal tersebut sudah terseteksi, maka yang harus anda lakukan adalah mempersiapkan teknik dan fasilitas pendukung, antara lain buku-buku tentang video editing dan seputar dunia tersebut. Jangan lupa siapkan perangkat praktik, berupa komputer kerja dengan fasilitas video editing dan juga transfer. Lalu, perangkat utama yang anda butuhkan adalah camcorder untuk shooting, kamera digital ataupun analog, dan peralatan pendukungnya. Membuka usaha ini juga bisa dikatakan sederhana, karena selain dasar utamanya adalah hobi, pengerjaan ini bisa dilakukan di rumah, dapat dishooting sendiri dan juga diedit sendiri. Satu hal lagi yang perlu diperhatikan dalam mempertahankan usaha ini adalah selalu menjaga kualitas video yang dihasilkan serta tawaran harga yang terjangkau (murah tapi tidak murahan).

  • Potensi Usaha

1. Sosialisasi

Langkah berikutnya adalah mencari konsumen, yang paling baik adalah dengan mencari di sekitar anda, misalnya saudara, teman, tetangga, dan sebagainya. Tidak ada salahnya untuk promosi, berilah harga promosi, misalnya gratis shooting dan paket murah jasa fotografi. Apabila video yang dihasilkan bagus dan memuaskan konsumen, tentunya mereka akan kembali menghubungi jika ada acara lain. Sedikit demi sedikit, pasti akan ada banyak orang yang menggunakan jasa fotografi dan video shooting anda. Dan jangan lupa menyertakan iklan usaha video shooting anda di dalam video yang dibuat. Sehingga jika ada orang lain yang menonton dan tertarik, bisa menghubungi anda. Anda juga bisa mensosialisasikan usaha anda di website, blog, situs jejaring sosial, dan mengiklankan usaha anda pada situs iklan berbayar maupun tidak berbayar.

BACA :   Sifat Unik Fotografer Padang Tak Pernah Ngasih Order Pas Kepepet Datang Minta Tolong

2. Pasokan (supply)

Olah terus kemampuan anda dalam dunia fotografi dan video shooting. Rajin-rajinlah berlatih memotret, entah itu foto model, foto event, dan lainnya. Semakin terlatih, maka anda akan semakin memiliki sense yang tinggi terhadap seni fotografi. Begitu juga dengan shooting video, anda dilatih untuk mendapat objek menarik dan mengkreasikan hasilnya agar enak dilihat.

Keberhasilan tidak bisa langsung diraih, melainkan lewat proses. Untuk keberhasilan usaha anda, memang dibutuhkan latihan terus-menerus. Jangan puas dengan apa yang anda raih. Yang terpenting juga adalah adanya peralatan pendukung, baik itu untuk fotografi maupun untuk video shooting.

3. Delegasi pekerjaan

Di awal pekerjaan, anda bisa menjalankan bisnis ini sendiri, namun ukur kemampuan anda. Ketika usaha makin besar dan permintaan tinggi, anda bisa bekerja sama dengan teman anda yang menguasai fotografi atau video shooting. Tentu saja anda harus menggaji teman anda sesuai dengan perjanjian.

  • Analisis usaha jasa fotografi dan video shooting
Investasi Awal
Kamera DSLR plus lensa 18-55 mm Rp. 6.000.000
Blitz Rp. 1.200.000
Tripod dan Reflektor Rp. 400.000
Komputer PC/Laptop Rp. 5.000.000
Lensa Optional: tele 80-200 mm Rp. 3.000.000
Handycam/kamera video dan tripod Rp. 4.000.000
Kaset video dan pembersih lensa Rp. 500.000
Pelindung kabel, kabel power, lakban Rp. 200.000
Printer cetak kover Rp. 500.000
Lampu Oncam, filter lensa, mikrofon Rp. 1.000.000
Lampu tambahan sebesar 1.000 watt dan tripod Rp. 500.000
Buku referensi tenatng video editing dan teknik editing video Rp. 200.000
Total Investasi Awal Rp. 22.500.000
Penyusutan untuk investasi selama 4 tahun dengan nilai sisa sebesar Rp. 1000. Penyusutan per tahun = (Rp. 22.500.000-Rp. 1000)/4 = Rp. 5.624.750 per tahun atau Rp. 468.729 per bulan.
Pemasukan
Jasa foto untuk 2 acara dengan fasilitas 150 lembar foto dan album Rp. 4.000.000
Jasa video shooting untuk 1 acara (sudah termasuk editing) Rp. 1.200.000
Total Pemasukan Rp. 5.200.000
Pengeluaran
Biaya internet Rp. 150.000
Tinta dan Kertas Rp. 50.000
Biaya Promosi Rp. 200.000
CD 2 pak Rp. 100.000
Kertas label Rp. 100.000
Kartu nama Rp. 150.000
Fee bagi hasil dengan rekan Rp. 1.000.000
Biaya cetak foto dan lain-lain (untuk 2 order) Rp. 400.000
Pembelian 2 album foto Rp. 80.000
Penyusutan Rp. 468.729
Total Pengeluaran Rp. 2.698.729
Keuntungan: Rp. 5.200.000-Rp. 2.698.729=Rp. 2.501.271

Balik Modal: Rp. 22.500.000: Rp. 2.501.271=8,9 bulan

Balik Modal atau sekitar 1 tahun. Alat masih bisa dipakai 3 tahun lagi.

Comments

comments

Share Button

 

3 Responses

  1. […] Modal Usaha Video Shooting. Untuk dapat memperkirakan berapa kira-kira kebutuhan usaha video shooting, silakan cek di Analisis Usaha VIdeo Shooting DI SINI […]

  2. […] Baca Juga : Analisis Usaha Video Shooting […]

  3. […] Baca Juga : Analisis Usaha Video Shooting […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *