Wabah Corona dan Umpatan Kalera Orang Minangkabau

Wabah Corona dan Umpatan Kalera Orang Minangkabau

03/11/2022 Motivasi Tips Trik 0

Minda Art – Salah satu cara membahasakan kemarahan ialah dengan sumpah serapah, memaki, dan mengumpat. Dalam bahasa Minang, banyak ragam kata umpatan yang sering diucapkan untuk menyatakan kemarahan atau kekecewaan.

Kata umpatan dan makian yang beragam tersebut, misalnya, kata “anjiang” (anjing) dan “kambiang” (kambing) yang berasal dari nama hewan.

Tak hanya itu, kata “karambia” yang berarti kelapa juga tak kalah sering dipakai sebagai umpatan, serta alat kelamin untuk mengungkapkan ekspresi kemarahan yang sangat.

Di antara ragam kata umpatan tersebut, kata kalera tak kalah populer dipakai untuk menyatakan kekesalan.

“Sabana kalera paja tu, alah ditolong indak pandai mangecek tarimo kasih.” Jika dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia, kira-kira maknanya, “Benar-benar kurang aja anak tu, sudah ditolong, tapi tidak tahu berterima kasih”.

Ditilik asal usul, kata kalera berasal dari salah satu nama wabah penyakit. Dikutip dari buku “Sejarah Minangkabau, Loanwords, dan Kreativitas Berbahasa Urang Awak” yang ditulis oleh Gusti Asnan, kata kalera berasal dari choledra, yaitu kata dari bahasa Yunani Kuno yang bermakna “saluran”.

Kata choledra menjadi muasal dari kata kolera, yang berarti penyakit yang menyerang saluran pencernaan manusia. Penyakit ini berasal dari bakteri yang menyebabkan penderita mengalami diare berat, dehidrasi, dan bisa berujung pada kematian.

Di Minangkabau kata kolera dilafalkan menjadi kalera. Dalam catatan sejarah, penyakit kolera pernah mewabah di Indonesia dan juga Minangkabau pada akhir abad ke-19 serta awal abad ke-20. Pada masa itu, pengobatan belum sebaik sekarang sehingga penyakit kolera menimbulkan banyak korban jiwa.

Wabah ini menjadi ingatan penting bagi orang Minang karena diberitakan secara luas, terlebih juga disebut-sebut sebagai penyakit yang berasal dari Makkah dan India.

Kata kalera menjadi kata yang paling menakutkan saat itu karena penyakit kolera mengancam keselamatan jiwa.

Dicatat Gusti Asnan, berangkat dari ketakutan terhadap penyakit ini, orang Minang menggunakan kata ini sebagai sumpah serapah saat mereka marah besar kepada seseorang yang telah mengecewakannya.

Kaitannya dengan yang terjadi di dunia hari ini, pandemi Corona sedang merebak. Virus Corona atau Corona Virus Disease-19 (Covid-19) ini pertama kali merebak di Wuhan, China, pada akhir 2019.

Dilacak dari penamaannya, Corona Virus berasal dari bahasa latin “corona” dan Yunani “korone” *Chrone”yang bermakna mahkota atau lingkaran cahaya.

Penamaan ini memang tak lepas dari wujud khas virus itu yang memiliki pinggiran permukaan yang bulat dan besar. Penampilan yang mengingatkan pada korona matahari.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.