Tips Sukses Usaha Video Shooting dan Photography

You're The Star!

Tips Sukses Usaha Video Shooting dan Photography

07/10/2019 Tips Trik 2

Tips Sukses Usaha Video Shooting dan Photography

Membuka usaha rumahan jasa video shooting bisa jadi pilihan tepat bagi siapa yang memiliki hobi di bidang photography & Audio Visual. Walau suka dianggap remeh, tapi jasa video shooting bisa cukup mendatangkan keuntungan yang besar jika usaha tersebut dikelola secara baik. Ada banyak hal yang bisa dikerjakan dalam usaha jasa video shooting ini, mulai dari dokumentasi acara seminar, dokumentasi video wedding (pernikahan), ultah, event musik, dan lain sebagainya.

Peluang terbesar dari usaha jasa video shooting ini adalah melayani jasa dokumentasi pernikahan serta yang berkaitan dengannya (seperti photo – video pre-wedding dan wedding clip). Hingga saat ini usaha yang bergerak dalam bidang perweddingan masih menjadi salah satu usaha yang tak pernah mati. Wedding is Never Ending. Selama masih ada orang yang ingin menikah, maka selama itu juga bisnis wedding akan tetap exist, termasuk usaha video shooting pernikahan ini, usaha cetak undangan, catering dan semua hal yang berkaitan dengan urusan perkawinan. Dan kabar gembiranya perusahaan besar tidak menyentuh ranah ini.

Tips Sukses Usaha Video Shooting dan Photography

Tak dapat dipungkiri, setiap usaha dalam bidang apapun usaha itu dijalankan, memang selalu ada kendala, butuh modal, proses dan perjuangan yang panjang, tak terkecuali dalam merintis usaha jasa video shooting ini.

Kendala Usaha Video Shooting & Photography

Sebenarnya modalnya tidak harus berupa uang, misalnya membutuhkan uang untuk beli peralatan tidak selalu harus uang dan milik pribadi, bisa dengan menggunakan uang orang lain seperti dengan cara patungan, menggaet investor, pinjaman, atau menyewa (meminjam) peralatan tersebut terlebih dahulu sebelum membeli dan lain sebagainya. Tapi apabila proses dan perjuangan yang dilakukan dengan penuh kesungguhan menjadi kunci utama kesuksesan dan kelanggengan dalam usaha ini.

Di antara proses awal yang harus dilakukan agar usaha jasa video shooting dapat berjalan lancar dan sukses, adalah sedikit kami ulas seperti beberapa poin penting seperti di bawah ini, yaitu :

1. Menentukan segmen pasar secara tepat

Menentukan segmen pasar adalah merupakan proses memilih sasaran target pasar yang tepat yang akan ditarget dalam usaha video shooting. Penentuan segmen ini menjadi penting karena akan berkaitan dengan para calon konsumen yang akan ditargetkan. Segmentasi pasar biasa dilakukan berdasarkan beberapa katagori, diantaranya berdasarkan letak geografis, demografi (usia, jenis kelamin, pendidikan, dsb), berdasar psikografi, dan perilaku.

Inti dari segmentasi pasar ini adalah memilah dan memilih dengan tepat target pasar yang akan dituju hingga sesuai dengan produk jasa yang kita pasarkan. Dengan menyasar segmen pasar yang tepat, akan berdampak pada efektivitas serta kinerja kita dalam melakukan promosi dan menjalankan usaha.

BACA :   Cara Mengatasi HP Matot Memperbaiki Sebelum ke Servis Center

2. Membentuk tim yang sesuai bidangnya

Meski dokumentasi bisa dilakukan oleh sendiri dengan menggunakan satu kamera, terutama sebagai pemula, namun jika ingin serius menekuni usaha jasa video shooting ini, ada baiknya Anda membuat tim, baik tim produksi, maupun juga tim pengelola usaha. Tim ini boleh dalam bentuk kerjasama dengan sejumlah orang atau juga dengan cara merekrut kru atau tenaga kerja sebagai karyawan yang bisa Anda bayar. Beberapa orang dipilih untuk tergabung dalam tim ini sebaiknya memiliki kemampuan yang sesuai dengan bidangnya. Bisa juga freelance, dibayar sesuai job. Karena job tidak selalu ada, dan membayar upah anggota kru atau karyawan memerlukan biaya. Lha trus biayanya dr mana kalau berbulan-bulan misalnya tidak dapat job.

Secara sederhana tim inti produksi video shooting terdiri cukup 2 (dua) orang saja. yaitu kameramen dan krew / assisten (untuk lighting dan lain sebagainya) Tapi kalau mendesak bisa cukup satu orang saja.

Tapi apabila melakukan dokumentasi acara yang menggunakan multi kamera, maka harus menambah kameraman, dan kalau mau live multikamera maka perlu peralatan tambahan yaitu Switcer Video plus operatornya, dan biayanya berbeda/terpaut jauh apabila melakukan shooting 2 atau lebih kamera tetapi edit kemudian. Tunda tayang istilahnya.

Seseorang yang ditugaskan kru atau assisten harus bisa membantu menyiapkan peralatan kamera termasuk lighting, dan bisa menggantikan tugas kemeramen utama. Itulah sebagai tugas sebagai asisten kameramen atau kamerawan dalam menyiapkan berbagai hal yang berkaitan dengan kamera.

Jumlah tim produksi video shooting sebenarnya tidak ada patokan khusus, kebutuhan krew/SDM sangat tergantung kepada kompleksitas acara yang akan didokumentasikan dan juga peralatan yang digunakan.

Semakin banyak peralatan digunakan, maka semakin banyak crew yang dibutuhkan. Semakin kompleks acara yang dilangsungkan maka butuh lebih banyak orang anggota / kru, kalau menambah orang yang bisa mengoperasikan LCD proyektor, mengoperasikan Jimmy Jib / crane kamera, portal jib, slider, merekam audio, dan juga sopir yang mengangkut semua peralatan dan kendaraan pengangkut.

Selain tim produksi, assisten atau kru dalam jasa video shooting juga dibutuhkan bagian manajemen, administrasi dan promosi. Seberapa banyak kru/SDM yang dibutuhkan tentu juga tergantung dari skala besar kecilnya usaha yang akan dijalankan.

Semakin besar skala usaha maka akan semakin banyak membutuhkan tenaga kru / orang-orang yang mengurusnya, tapi jika usaha masih dalam lingkup kecil saja, bisa cukup hanya bagian manajemen, administrasi dan promosi ini diurus oleh pemiliknya sendiri bersama keluarga.

BACA :   Peluang Usaha Video Shooting Editing Fotografi

3. Membeli peralatan sesuai kebutuhan

Perbelanjaan peralatan video shooting ini memang bisa menguras keuangan kalau bisa jangan sampai pinjam ke bank, cukup merogoh kantong. Memang sangat membutuhkan biaya yang lumayan besar, apalagi kalau menginginkan peralatan yang berkualitas, harga bisa mencapai ratusan juta.

Investasi untuk peralatan video shooting dan photography itu memang cukup penting, apalagi jika memiliki modal yang cukup. Tapi apabila cuma memiliki dana pas-pasan, sebaiknya secara bertahap, buat skala prioritas belanja, mana yang bener- benar penting dulu. Sedangkan untuk keperluan alat lainnya, kalau di kota cukup besar dan tersedia, bisa menyewa di tempat penyewaan, jika mebutuhkannya untuk peralatan video shooting.

Untuk itu, membeli peralatan sesuaikan dengan kebutuhan saja atau segmen pasar yang dituju. Misal Drone, Switcer Video untuk Multicam, dan jimmy jib jangan beli dulu, sebelum benar-benar ada pangsa pasar yang lancar, kalau perlu bisa saja sewa dulu. Tapi kalau mau jadi yang terbesar di kota tempat tinggal, dan ada modal, silakan beli. Tapi yang terpenting dari semua itu adalah skill marketing. Skill marketing ini adalah unjung tombak dari setiap usaha, apapun bidangnya. Alangkah bijaknya kalau menguasai skill atau teknik ini terlebih dahulu.

Peralatan yang betul prioritas, wajib dimiliki untuk merintis usaha jasa video shooting editing, ini bisa dimulai dari komputer editing, camera video, printer, tripod, lampu, stand tripod lampu, roll kabel power untuk kamera, roll kabel RCA untuk video yang biayanya bisa diusahakan dan masih terjangkau. Adapun switcer video, drone, jimmy jib bisa diusahakan kemudian, dalam artian ditunda perbelanjaannya. Dalam membeli kamera video usahakan yang terbaik di masa itu atau, 1 level di bawahnya, dan jangan tergoda untuk gonta-ganti kamera, karena bisa sangat menyedot dana, dan dalam perkembangannya kamera photo-video selalu update dan muncul produk baru setiap tahunnya.

Dalam membeli kamera, jangan yang nanggung kualitasnya, jangan yang semi atau malah kacangan. Usahakan kamera yang akan dibeli itu betul-betul sesuai dengan segmen pasar yang dituju, sudah bagus kualitasnya, budget terjangkau.

Misalnya, jika usaha jasa video shooting editingnya menarget segmen pasar menengah ke bawah maka cukup membeli kamera video shooting yang sederhana dan harganya tidak lebih dari 20 juta (harga tahun 2019).

BACA :   10 Cara Membujuk Lelaki yang Sensitif dan Merajuk

4. Melakukan promosi melalui berbagai media

Dalam menjalankan usaha video shooting, promosi melalui berbagai media bisa dilakukan. Bisa dimulai dengan cara dari mulut-kemulut, baik pada sanak famili, teman, tetangga, dan orang lain, sampaikan jangan malu-malu. Kalau tidak darimana orang tahu kalau kita bisa melakukan itu, kecuali mereka sudah tahu.

Kemudian memanfaatkan sosial media, yang bisa diakses secara gratis seperti membuat akun facebook, twitter, instagram, dan jejaring sosial lainnya, dan invest yang terbaik adalah membuat website usaha seperti Minda Art Pro, yang dapat diakses di www.mindaart.pro, dilaunch sejak 2014 – sampai tulisan ini dibuat tahun 2019 – sudah 5 tahun online, sebenarnya sudah beroperasi lebih dr 15 tahun. Wow lama juga ya … Lama Barunya suatu usaha tidak bisa dijadikan patokan sukses, tapi setidaknya inilah yang menghidupi keluarga kami, dan bertahan selama itu.

  1. Agar usaha lebih dapat dikenal oleh masyarakat, alokasikan anggaran untuk kegiatan promosi, misalnya membuat
    1. Website tadi, dan juga
  2. Buatlah halaman fanspage Facebook, seperti yang ada di Minda Art Pro.
  3. Buatlah kartu nama, Spanduk/banner, signboard atau palnk nama usaha dan dipasang di rumah, kedai atau kantor.
  4. Stiker/Brosur juga, bisa dibagikan di tempat-tempat umum, spanduk, poster,
  5. Bahkan baliho jika memang diperlukan.
  6. Membuat seragam yang mencantumkan nama usaha di bagian punggung juga bisa menjadi cara alternatif promosi efektif.
    Selain melakukan promosi melalui media iklan, lakukan kerja sama dengan banyak instansi, lembaga, maupun komunitas. Tawarkan dalam bentuk proposal ke bank-bank atau instansi pemerintah misalnya.
  7. Untuk dokumentasi pernikahan bisa kerjasama dengan Wedding/Event organizer, jasa rias pengantin, penyewaan gedung untuk pernikahan, jasa sewa sound system, percetakan undangan, dan lain sebagainya.

5. Memberi Pelayanan yang Maksimal

Memberi pelayanan terbaik bagi pelanggan merupakan tanggung jawab dan itu merupakan kewajiban, karena dari merekalah usaha Anda dapat memperoleh keuntungan dan bayaran. Berjalannya suatu usaha dari kepercayaan mereka, kalau anda mencuranginya, jangan harap bisa mengembalikan kepercayaan itu dengan mudah.
Untuk menambah kepercayaan, ada banyak cara yang bisa dilakukan, misalnya dengan jaminan atau garansi kualitas pekerjaan yang terbaik, pengerjaan video yang cepat dan tepat sesuai tenggat waktu atau potong biaya misalnya, desain pengemasan hasil akhir karya yang menarik, memberi garansi jika terjadi kerusakan, dan yang terpenting jangan sampai membuat pelanggan kecewa berat (kalau dikit-dikit dan masih bisa ditolelir dengan alasan apapun gapapa).

 

2 Responses

  1. […] Tip Sukses Usaha Jasa Video Shooting & Photography […]

  2. […] Tips Sukses Usaha Video Shooting Photography […]

Apa komentar Anda?