5 Hal Penting Sebelum memilih Dia jadi Pendamping

You're The Star!

5 Hal Penting Sebelum memilih Dia jadi Pendamping

17/02/2016 Article Pernikahan 6

5 Hal Penting Sebelum memilih Dia jadi Pendamping

bella-shofie-dan-suryoCinta saja tidak cukup mempertahankan kelangsungan pernikahan. Paras rupa yang cantik saja tidak menjamin kebahagiaan, justru menjadi “bumerang” di kelak kemudian hari. Terbukti pria pada akhirnya akan memilih hidup damai aman dan bahagia bersama keluarga pasangannya yang bersahaja. Sederhana dalam berbagai hal, namun memiliki kedewasaan dan kematangan emosional sehingga mampu menemani perjalanan hidupmu yang akan penuh dengan gelombang badai kehidupan.

Untuk menjadi seorang dokter itu susah seleksi masuknya, sudah proses perkualiahan atau belajar mengajarnya, bahkan ketika lulusnya pun susah. Padahal jadi suami lebih susah dari jadi dokter. Tapi tidak pula ada universitasnya.

Sebelum menikahinya, selidikilah betul betul ke akar-akarnya, bagaimana sifat dan perangainya, baik buruknya, itu tercermin dari keluarga atau orang tuanya. Meskipun tiap hubungan itu memiliki dinamika berbeda, namun ada sinyal-sinyal tertentu yang bisa jadi tolok ukur kira-kira rumah tangga itu mau dibawa kemana. Hatta bisa menjadi akar permasalahan yang menjadi racun pernikahan Anda di masa yang akan datang.

Penting sekali karena akan menentukan baik buruknya generasi yang akan dilahirkan nanti. Sebaik-baik bibit tidak akan tumbuh dan berkembang semestinya jika jika lahan atau ladang tempat ia bertumbuh itu gersang atau justru membahayakan.

Jika Anda berniat melangkah ke jenjang pernikahan selanjutnya, telitilah hal-hal berikut pada orang tuanya, sebab tidak akan jauh jatuh buah selain di dekat pohonnya:

1. Gaya Hidup mewah melebihi kemampuan

“(Dulu) saya sangat kewalahan, stress, dan hampir gila paling tidak sakit jantung dengan dengan istri saya yang terlalu menuntut saya untuk membelikan apa saja barang yang dia mau, padahal harga selangit, dan tidak diperlukan, sedang kalau untuk usaha dan investasi kelaurga dia sangat perhitungan. Amit-amit 7 turunan jangan sampai terjadi ke anak cucuku di belakang hari nanti. Yang edannya orng tua mertua selalu ikut campur sekecil apapun urusan sampai berantakan desain rumah saat dibangun dan sekarang berantakan karena istri tidak becus mangurus rumah. Saya sangat marah, ketika dia mengabaikan anak-anak, dia juga tidak memasak, boro-boro mencuci mengepel, sumur hidup nggak pernah, setiap hari keluar, tidak pernah betah di rumah, kalau keluar itu minta duit terus. Kartu kredit dikurasnya. Kalau dia di rumah kerjanya tidur seharian, tidak peduli rumah seperti kapal pecaj. Utang segunung, gaji & penghasilan minus setiap bulannya,” ujar Didi, 35.

BACA :   Nikah Siri Online Halalkah

istri suka ngomel copyMemakai perhiasan, sepatu, tas, jam tangan bermerek, dan baju desainer sah-sah saja, jika pemakainya memang mampu. Tetapi, jika ia ternyata tidak memiliki kemampuan membeli barang-barang mewah, namun memaksakan keinginan untuk membeli, ini adalah tanda bahwa ia kurang bertanggung jawab dalam memakai uang. Jangan sampai Anda sebagai pasangan kelak menanggung akibatnya.

2. Kebiasaan Mengomel (nyinyir) Berlebihan

Perempuan itu biasa suka ngomel, tapi kalau suka ngomel berlebihan, siapa yang akan tahan hidup bersamanya. Mau cerai kasihan anak-anak, apalah indahnya hidup begini sepanjang hayat. Justru itu “teliti sebelum membeli” perlu sangat dilakukan. Teliti sikap ibunya apakah baik dengan bapaknya ini akan menjadi tolok ukur kehidupan rumah tangga kalian nanti nya. Kalau sampai ke tahap melampau hingga tengking hardik kepada Bapak (suami)nya alamat rumah tangga tidak akan bahagia.

3. Kebiasaan Berhutang yang Buruk

Berhutang boleh saja jika memang mendesak dan untuk keperluan penting dan urgen. Tapi jika berhutang mjadi kebiasaan, janganlah orang seperti ini anda pilih menjadi teman hidup. Apalagi jika kebiasaan berhutangnya buruk, tidak mau bayar, tidak dibarengi itikad baik untuk membayar atau mencicil.

Andee, 29, mengungkapkan, “Istri saya suka meminjam uang pada teman-teman dan pada saya juga teman lainnya, tapi tidak pernah bayar. Yang paling menyebalkan, dia bilang perlu uang untuk berobat orang tuanya yang sakit, tapi terbukti dipakai untuk kebutuhan gayahidup-nya.”

Kebiasaan berutang bisa disebabkan karena ketidakmampuan memenej keuangan serta mengatur perbelanjaan. Segala yang diinginkan dibeli padahal gak penting. Kalau pasanganmu menunjukkan tanda-tanda demikian, sebaiknya tinggalkan sebelum menyesal tidak berkesudahan. di bekang hari kemudia. Namun jika nasi sudah menjadi bubur, si dia sudah menjadi istrimu, jangan serahkan uang gaji atau penghasilan semuanya. Berapa banyak pasangan cerai dan nasib mengenaskan menimpa keduanya karena tidak mempunya dana darurat, simpanan dan juga investasi.

BACA :   10 Sifat & Ciri-ciri Calon Suami Yang Baik
4. Emosional tak terkendali

perkawinan-langkaWaspadai orang usmh notabenenya akan menjadi teman hidupmu sepanjang hidup sampai mati jika ia sanggup memarahi dan menghinamu padahal belum resmi menikah. Kemarahan yang tidak terkendali bisa jadi pertanda buruk yang menjadi sinyal yang harus anda pikir 1 juta yang tidak mengendalikan diri saat ia merasa marah, sedih, takut, atau pun sering mengalami perubahan emosi secara drastis – ia bisa nampak sangat bahagia satu menit, kemudian sedih di menit berikutnya.

“Saya terkejut karena dia suka membanting apa saja barang, atau ngebut saat kesal atau berantem,” kata Nia.
Tanda-tanda itu akan terjadi perilaku abusive tersebut akan makin kuat karena sifat pria itu juga pencemburu, suka merendahkan dan mengancam dengan kata-kata.

5. Memiliki Cita-cita hidup yang berlainan

Saling mengisi dan saling berbagi adalah tuntutan suami istri jika ingin langgeng! Pasangna yang bertahan lama biasanya memiliki kesamaan persepsi dalam hidup. Namun fungsi ini tidak akan bekerja dengan baik jika salah satu pasangan berlainan tujuan hidup atau berbeda cita-cita prinsipil. Kalau terjadi juga alamat azab hidup neraka dunia sebelum neraka yang sesungguhnya.
Ketika salah satu pasangn egois dan tidak mau ikut pemimpin rumah tangga terutamanya maka alamt kapal atau “bahtera” ruma tangga bakal pecah. Sebelum itu terjadi segera koreksi diri.
Ketika suami atau istri tidak menghargai peranan pasangannya, maka akan timbul gap komunikasi, rasa tidak percaya, hingga iri hati, waspada kehancuran rumah tangga, atau si dia akan menginggalkan anda begitu saja.

Rina, seorang wanita karir sukses dengan dua anak, ia sangat mandiri sehingga karena kemandirian dan prestasinya dapat beasiswa pula, tapi dia tidak menghargai keberadaan dan peranan pasangan atau suaminya, jadilah suami kecil hati dan akhirnya memutuskan cerai setelah 15 tahun berumah tangga.
Paman seorang aya berumur 60-an tahun, ketika baru saja pensiun, tiba-tiba dia diminta cerai sama istrinya, padahal selama ini dia serahkan semua gajinya yang tidak kecil, sehingga untuk beli rokok pun kadang dia pinjam sama temannya, karena susahnya minta kembali untuk belanja. Sungguh mengenaskan, ini cerita nyata yang terjadi dalam hidup. Apapun bisa terjadi dalam hidup ini. Justru itu persiapkan segala kemungkinan yang akan tejadi.

BACA :   Bagaimana Cara Facebook Mempengaruhi Fikiran Anda

Untuk menjadi seorang dokter itu susah seleksi masuknya, sudah proses perkualiahan atau belajar mengajarnya, bahkan ketika lulusnya pun susah. Padahal jadi suami lebih susah dari jadi dokter. Tapi tidak pula ada universitasnya. Bahkan bukan hanya untuk selama hidup di dunia, untuk keyakinan agama tertentu yaitu Islam, kehidupan rumah tangga pasangan suami istri hingga ke akhirat, syurga atau neraka tergantung bagaimana kehidupan di dunia. Memilih pasangan yang tepat adalah usaha yang baik.

Inilah 5 Hal Penting Sebelum memilih Dia jadi Pendamping, semoga kebahagiaan hidup kita bersama pendamping.